Monday, March 18, 2013

Thailand Trip

Perjalanan ke Thailand dimulai pada hari  Jumat, 7 Des 2012. Aku pergi dengan rekan kerjaku naik pesawat pertama dan transit di KL airport selama beberapa jam. Beberapa jam yang tidak memungkinkan untuk jalan2, namun juga cukup membosankan untuk duduk diam saja di airport, untung ada free wifi jadi bisa sedikit melihat kondisi tanah air yang baru beberapa jam ditinggalkan tapi sudah sangat merindukan. Setelah menunggu sekitar 2 jam, akhirnya pesawat ke Thailand take off juga dan sekitar 2 jam kemudian kami sudah mendarat di Svarnabhumi Airport. Bandaranya bagus, dengan sentuhan etnis yang cukup kuat, bersih juga tapi sayang ga ada free wifi, sehingga kesan sebagai bandara internasional agak tercoret karena hal ini (kayak Soeta ya hehehe..)

Kami langsung dijemput oleh perwakilan agency di Bangkok, namanya Ms. Pin, middle age about 50 I think, fat and slow, slownya mungkin karena dia sedang sakit kaki karena terjatuh beberapa hari sebelumnya. Kami langsung naik bis ke beberapa shop yang dinyatakan wajib dikunjungi turis oleh pemerintah. Kunjungan pertama ke jewelery shop, berbagai perhiasan dari perak, emas dan berlian ada di display dengan harga yang juga beraneka ragam tentunya. Tapi pastilah bukan ini tujuan ke Thailand, buatku. Kunjungan selanjutnya ke Honey Shop. Mereka jual madu seperti yang dijual MLM di Indonesia, aku sih tidak terpikat tapi semua yang ada di ruangan terpikat dan membeli madu2 itu..kalo cuma madu di Indonesia juga banyak. Lagipula ngapain beli produk UKM Bangkok, mending beli produk UKM Indonesia. Membantu rakyat sendiri hehehe...

Setelah itu kami ke hotel, hotelnya lumayan parah..bau aneh, kurang bersih, airnya kekuning-kuningan, dan yang paling kacau..ga ada wifi..mungkin ini hotel kelas mawar di Bangkok,ato malah kelas lumut hehehe...tapi anehnya ternyata banyak orang Indonesia yang nginep disitu, aku tau keesokan harinya. Setelah berbenah, mandi dan sholat, kami keluar untuk makan malam dan nonton Siam Niramit. Rupanya tiket yang dibeli sudah termasuk untuk dinner dan dinner yang dihidangkan pun nikmat. Dari segi rasa, penampilan, maupun materinya. Terbayar lah bayar mahal. Setelah makan baru kami duduk manis di semacam thatre gitu, untuk nonton Siam Niramit. Ini adalah art show yang sangat bagus, menceritakan kehidupan warga lokal Thailand berdasarkan wilayah tinggalnya. Yang tanahnya subur, bertani. Yang dekat pesisir, berlaut. Ada juga yang memang dasarnya petarung dan jadi tentara kerajaan. Ada pula yng berbaju adat seperti orang betawi. Sepertinya memang ada kedekatan budaya dengan Indonesia, mungkin dari jaman Majapahit dulu... Art show ini juga dilengkapi dengan tata panggung yang sangat detail dan sound system yang wah.. Mestinya dengan kekayaan cerita tradisional Indonesia, kita bisa bikin yang lebih bagus dari ini..apalagi kita punya seniman2 handal..mungkin hanya apresiasi masyarakat saja yang kurang yaa...

Hari kedua, kami kami ke berbagai macam kuil. Pertama ke kuil Budha Tidur. Perjalanan ke kuil ini melewati istana raja yang sederhana saja tapi sangat terawat. Langsung terbayang shops yang kemarin sempat kami kunjungi pasti untuk membiayai perawatan istana ini. Andai saja kraton Solo bisa terawat seperti ini, pasti sangat menarik dengan berbagai pagelaran dan benda kuno yang ada di dalamnya. Tidak ada yang istimewa dengan patung Budha tidur, menurutku, selain bahwa patung ini sangat besar dan berwarna kuning. Itu saja.. Lalu kami menyeberang sungai besar yang sangat bersih dan sama sekali tidak bau menuju kuil lainnya yang secara fisik hampir mirip Candi Prambanan. Tegak, tinggi, menjulang ke langit, dan berkesan angkuh seolah menantang untuk mencapai puncaknya dan turun kembali ke daratan tempatnya berpijak. Sayang tidak banyak waktu yang tersedia sehingga tantangan itu harus kuabaikan.

Di sisi lain kuil ini ada pasar tradisional. Banyak penjualnya yang berbahasa Indonesia, mungkin karena banyaknya pengunjung dari Indonesia yaaaa hehehehe.. Lalu kami kembali menyeberang sungai dan menuju mobil untuk ke Jatujak, ini adalah semacam pasar harian yang hanya berdagang hari Sabtu dan Minggu saja. Pasar ini tutup pukul 17.00 sehingga kami hanya punya waktu terbatas untuk berbelanja di pasar ini. Lumayan juga dagangannya..cukup murah kalo diconvert ke mata uang Rupiah. Segala macam barang ada disini, baju, tas, souvenir, makanan, minuman, sarung bantal, gordyn, bahkan binatang hehehe...

Dari Jatujak, tanpa mandi dulu, kami langsung ke restoran terbesar di dunia versi Guinness World of Record. Memang besar sih dari segi panjang x lebar, ada juga pertunjukan terbang sambil bawa cahaya dengan pakaian ala drakula China, tapi jangan tanya soal taste yaaa...begitu lewat kitchen-nya, sudah berasa eneg n pengin muntah, trus hidangannya juga sama sekali ga enak, ga ada rasa bawang, garam, lada..bener2 tawar dan masih tercium bau amis. Jadi jangan harap bisa makan nikmat disini. Aku sih sama sekali ga bisa masuk itu masakan, it tasted disgusting..  

Dari sini, semua orang di bis melanjutkan acara nonton tiger show, semacam debus tapi tanpa baju. Aku memilih tinggal di bis, well..aku harus menjaga jilbab yang kukenakan di kepalaku kan..? Meskipun Ms. Pin bilang banyak yang lepas jilbab demi nonton orang telanjang, I said no, thanks. No chance aku lepas jilbab di depan orang banyak, orang lain bisa dibohongi, tapi diriku sendiri & Allah? This might be godless land buat mereka, but for me Allah is everywhere, even in me. Lagipula jelas bukan Niken kalo sekadar ikut2an orang lain, apalagi untuk hal ga penting dan jelas diharamkan Zat Penciptaku, Sesembahanku. The show should be an hour, but they returned before 30mnts. Takut digrebek katanya... So don't ask me about the show, I didn't know at all, and never wanna know :)

Besoknya kami kembali ke tanah air, sekali lagi transit di KL Airport dimana kami menyempatkan diri untuk belanja. Aku sekedar beli coklat untuk oleh2. Tapi ada juga yang beli minuman keras. Silakan aja sih...none of my business. Ada juga yang mau pinjem passport-ku untuk beli miras, ya maaf..itu sama saja tolong menolong dalam perbuatan mudharat, dilarang agama. Hanya karena kita jalan2 keluar negeri, bukan berarti ga punya prinsip kaaaaan....amar ma'ruf nahi munkar harus tetap bergema dalam jiwa, ga mau cuma jadi beo yang ikut2an, hidup harus punya prinsip, meski kadang prinsip itu sangat mahal harganya.


No comments:

Post a Comment