Thursday, June 9, 2011

Weird Leadership Style

Kalo dihitung-hitung sudah 7 tahun aku kerja di perusahaan ini, tentunya inipun juga tidak lepas dari pengalaman di perusahaan sebelumnya yang juga berlangsung selama 2 tahun untuk 3 perusahaan. Hampir setahun di perusahaan ekspor kayu, setahun lebih di industri pipa pancang baja, dan hanya dua bulan di trading company. Total sudah 9 tahun lebih bekerja di perusahaan, padahal rasanya baru beberapa saat yang lalu wisuda S1.

Waktu 9 tahun terlewati dengan banyak hal dan pengalaman serta pelajaran baru. Pelajaran tentang pekerjaan yang ga berhubungan dengan kuliah. Pelajaran tentang berhubungan dengan teman kerja, atasan, maupun pihak ketiga. Semua blended jadi sebuah pengalaman yang penuh hikmah buatku.

Dalam waktu 9 tahun itu pula aku mengamati gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Ada kepemimpinan paternalistik, yang bergaya seperti seorang ayah yang baik namun terkadang berubah jadi diktator yang tidak punya belas kasihan. Ada pula bos yang agak genit dan suka menyentuh, sempat bikin stress dan ga nyaman tapi tidak punya cukup keberanian untuk melawan hahahaha…. Mungkin itulah ketergantungan pekerja pada pemilik modal, pasrah saja demi sesuap nasi dan sebongkah genting tempat berteduh.

Selain itu juga ada gaya kepemimpinan favoritku, bos yang mensupport staffnya untuk maju sampai level tertinggi di perusahaan, membolehkan seorang kutu kupret tanda tangan di memo dan mempresentasikan di depan komisaris dan direksi, benar-benar memberi ruang bagi anak buahnya untuk memaksimalkan potensi dirinya dan menunjukkan kemampuan diri tersebut.

Tapi kemudian, ternyata ada juga gaya kepemimpinan yang sangat..strukturalis, extremely hierarchycal. Seperti seorang raja yang alergi bertemu rakyat jelata. Itu yang juga aku temui, seorang bos yang hanya mau ditemui oleh ring 1, kalo kecoa mau menyampaikan idenya mesti bilang dulu ke ring di atasnya (A), trus ring di atasnya (A) tadi bilang lagi ke yang lebih atas (B), baru nanti si B menemui sang raja dan menyampaikan apa yang disampaikan si kecoa tadi. Hmmmmm….kebayang kan berapa banyak informasi yang terdistorsi..? Kebayang kan kalo A dan B kurang mampu menyerap informasi justru akan menimbulkan misinformasi, mispersepsi, misunderstanding, dan mis-mis lainnya...


Padahal bukankah salah satu misi kepemimpinan adalah untuk menghasilkan lebih banyak pemimpin, bukan pengikut (Ralph Nader)? Lalu bagaimana caranya mau menghasilkan lebih banyak pemimpin kalo mulut diberangus seperti itu? Keberanian dan kemampuan mengekspresikan pendapat pun dikebiri.. hahahaha….benar-benar gaya kepemimpinan yang aneh..

Wednesday, June 1, 2011

Semalam Di Kereta Senja

Long weekend karena adanya cuti bersama yg diumumkan pemerintah untuk efektivitas kerja Dan menyegarkan para pekerja setelah libur panjang...

Hmmmmm..banyak yg memanfaatkan untuk pulang kampung, termasuk aku n suamiku. lebih dari seminggu sebelumnya, tepat saat diumumkan cuti bersama..kesibukan mencari tiket langsung terjadi. Alhamdulillah, tak lama berselang tiket pin didapat. Berangkat Solo naik kereta senja bareng rombongan YSU Dan balik ke Jakarta dari Semarang naik Argo.

Tak usah dibahas dulu lah soal baliknya.

Sekarang adalah cerita tentang perjalanan ke Solo naik kereta senja. Hmmmmm...judulnya sih Business Class, tapi banyak uang ngegelesot Di lantai, bahkan PT KAI menyewakan alas untuk tidur Di lantai (Ga kebayang naik pesawat klas bisnis n penumpangnya ngegelesot Di lantai hehehe...). Gerbong sudah penuh sesak sampe pedagang asongan pun ogah naik..tapi tiba2 Ada serombongan tentara naik ke gerbong yg udah penuh sesak ini. Lengkap dgn seragam hijau Dan tas ransel setebal 30cm yg kelihatan sangat berat..terbukti dgn keringat mereka yg bercucuran..

Tapi para tentara muda ini lumayan juga. Mereka masih mengucap kata permisi pada orang2 yg dilewati Dan mereka benar2 memanggul sendiri tas ransel yg berat itu... Well...at least they are better than our neighbor's young soldiers who needed maid to help carrying the back pack.

It's okay...though tiresome but there are still things to be grateful for, I got a seat next to my hubby..and watching them standing or lying on the floor hehehe...

Time to sleep now..enough blogging in this train tonite...

Sajak Cinta untuk Suamiku

Sajak Cinta untuk Suamiku


Beny Kurniawan, suamiku sayang….

Sudah lebih dari dua tahun aku melabuhkan hati dan diriku padamu dan selama itu pula aku menyerahkan jiwa dan pengabdianku padamu.
Engkau adalah samudera cintaku, pelabuhan kasih sayangku, sandaran hidupku di dunia dan di akhirat nanti, insha Allah.
Hadirmu dalam hidupku bagai cahaya mentari di siang hariku.
Adamu dalam hari-hariku bagai sinar rembulan di malam-malam gelapku.
Kaulah cahaya mataku, selimut kehangatan di dinginnya musim hujan.
Engkaulah sumber kebahagian dalam hidupku, pusat kehidupanku saat ini dan nanti.

Suamiku tercinta,

Padamu kulandaskan hari-hari esokku, engkau harapanku, tanpamu aku goyah, tanpamu aku remuk, tanpamu aku hancur, luluh bagai debu di angkasa liar.
Membayangkan senyummu telah meredam kegalauan hatiku.
Mengingat tatapanmu telah menenangkan keresahan jiwaku.
Ingin rasanya kuselami luasnya lautan asmara yang kau hamparkan untukku, namun ragaku terlalu rapuh untuk menghirup segala cinta dan cita yang kau hadirkan bagiku.
Sejuta rasa yang kau taburkan tlah berbuah asa panjang yang penuh dengan gairah dan gejolak kenikmatan dalam dadaku.
Hasratku tuk terus bersamamu tlah meracuni pikirku dan meluluhlantakkan isi kepalaku.

Suamiku terkasih,

Engkau adalah rajaku, padamu aku tundukkan segenap keinginan diri, padamu pula aku serahkan seluruh keinginan hati.
Aku mau menunaikan sisa umurku bersamamu, menangis dan tertawa denganmu, berjalan dan berlari diiringi langkah kakimu, hanyut dalam dekap erat pelukan hangatmu serta bergayut mesra dalam kokohnya pundakmu.

Engkau adalah pangeranku, tempatku menautkan cinta dan seluruh harapanku, denganmulah kutuntaskan seluruh hari-hariku.
Deru nafasmulah yang mengisi rongga tubuhku
Keindahanmulah yang pertama kulihat saat aku membuka mata di pagi hari.
Dan pesonamulah yang terakhir kusaksikan saat aku menutup mata di malam hari.

Sayangku, cintaku, kasihku….aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku, dengan sepenuh hati dan pikirku, di sepanjang sisa umurku.
Engkau Ada dalam setiap hela nafasku,
Engkau Ada dalam setiap doa-doaku....


Jakarta, 24 February 2011
Istrimu, Agustina Niken Kurniawan