Wednesday, June 1, 2011

Sajak Cinta untuk Suamiku

Sajak Cinta untuk Suamiku


Beny Kurniawan, suamiku sayang….

Sudah lebih dari dua tahun aku melabuhkan hati dan diriku padamu dan selama itu pula aku menyerahkan jiwa dan pengabdianku padamu.
Engkau adalah samudera cintaku, pelabuhan kasih sayangku, sandaran hidupku di dunia dan di akhirat nanti, insha Allah.
Hadirmu dalam hidupku bagai cahaya mentari di siang hariku.
Adamu dalam hari-hariku bagai sinar rembulan di malam-malam gelapku.
Kaulah cahaya mataku, selimut kehangatan di dinginnya musim hujan.
Engkaulah sumber kebahagian dalam hidupku, pusat kehidupanku saat ini dan nanti.

Suamiku tercinta,

Padamu kulandaskan hari-hari esokku, engkau harapanku, tanpamu aku goyah, tanpamu aku remuk, tanpamu aku hancur, luluh bagai debu di angkasa liar.
Membayangkan senyummu telah meredam kegalauan hatiku.
Mengingat tatapanmu telah menenangkan keresahan jiwaku.
Ingin rasanya kuselami luasnya lautan asmara yang kau hamparkan untukku, namun ragaku terlalu rapuh untuk menghirup segala cinta dan cita yang kau hadirkan bagiku.
Sejuta rasa yang kau taburkan tlah berbuah asa panjang yang penuh dengan gairah dan gejolak kenikmatan dalam dadaku.
Hasratku tuk terus bersamamu tlah meracuni pikirku dan meluluhlantakkan isi kepalaku.

Suamiku terkasih,

Engkau adalah rajaku, padamu aku tundukkan segenap keinginan diri, padamu pula aku serahkan seluruh keinginan hati.
Aku mau menunaikan sisa umurku bersamamu, menangis dan tertawa denganmu, berjalan dan berlari diiringi langkah kakimu, hanyut dalam dekap erat pelukan hangatmu serta bergayut mesra dalam kokohnya pundakmu.

Engkau adalah pangeranku, tempatku menautkan cinta dan seluruh harapanku, denganmulah kutuntaskan seluruh hari-hariku.
Deru nafasmulah yang mengisi rongga tubuhku
Keindahanmulah yang pertama kulihat saat aku membuka mata di pagi hari.
Dan pesonamulah yang terakhir kusaksikan saat aku menutup mata di malam hari.

Sayangku, cintaku, kasihku….aku mencintaimu dengan segenap jiwa dan ragaku, dengan sepenuh hati dan pikirku, di sepanjang sisa umurku.
Engkau Ada dalam setiap hela nafasku,
Engkau Ada dalam setiap doa-doaku....


Jakarta, 24 February 2011
Istrimu, Agustina Niken Kurniawan

No comments:

Post a Comment